Home

Senin, 20 Mei 2013

E4 BIOGRAFI


Beliau yang mulai bekerja pada awal dibentuknya SMA N 1 JUWANA ini. Tapi pada waktu itu beliau masih bekerja pada malam hari dan pada saat siangnya bekerja di Pr. Jarum. Awalnya beliau Wiyata Bakti 7 tahun, mulai 1982 akhir sampai 1990 baru ada pengangkatan CPNS, dan pada Tahun 1992 menjadi PNS sampai sekarang. Beliau tidak pernah mengeluh, walaupun beliau pulang untuk makan tetapi tidak ada satu dari keluarganya yang protes akan pekerjaannya itu. Beliau yang sehari-hari naik sepeda motor pada saat ke SMA N 1 JUWANA.
Walaupun di SK (surat keputusan) beliau di SMA Negeri 1 JUWANA sebagai pembantu pelaksana, tapi beliau lebih senang menganggap pekerjaannya sebagai penjaga kebersihan. Bagian-bagian yang menjadi tugas beliau adalah bagian depan, tembok ke timur sampai tembok barat.
Selama beliau bekerja di sini ada satu pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh beliau dan mungkin itulah yang dapat diceritakan pada anak cucunya kelak. Dari sekian banyak pengalaman yang di alami oleh Pak Mantri sebagian besar adalah hal gaib. Salah satu pengalaman itu adalah pada saat malam sekitar tahun 1983 setengah Sembilan beliau duduk di teras tengah SMA N 1 JUWANA beliau yang duduk tanpa tikarpun tibe-tiba ada tanda lampu hijau, lalu lampu itu padam dan ada seseorang perempuan memakai kemben dengan warna putih menghampiri beliau kurang satu langkah sosok itu menghilang. Sejak saat itu kalau ada keajaiban yang berbau mistis beliau sudah menganggapnya biasa.
Pada waktu bekerja beliau juga punya kendala antara lain berupa teguran dari Bapak Kepala Sekolah. Tapi menurut beliau kalau kerja di bawahi atasan pasti lah ada teguran. Entah ini masalah itu atau ini tetep ditegur kalau salah. Beliau sengaja memilih pekerjaan ini karena menyesuaikan pengalaman pendidikan beliau yang hanya sampai di SMP. Beliau tidak mencari pekerjaan lain karena pada waktu itu mencari pekerjaan itu sulit apa lagi kalau tidak ada yang menyalurkan. Pertama beliau bekerja di P.S. Jarum kemudian di bawa ke SMA N 1 JUWANA ini oleh Bapak Kepala Desa Dukutalit yang sudah perda.
Anggapan beliau kalau kerja disini, antara lain biarpun golongan rendah tapi kalau tua masih dapat pensiunan. Kalau dipandang orang memang kerjanya berat tapi semua itu tergantung yang mengerjakan.
Penghasilan beliau yang kira-kira cukup untuk makan sehari-hari. Memang sih, kalau penghasilan itu dibuat sesenaknya tidak cukup. Tapi kembali dijelaskan beliau, cukup atau tidak penghasilan itu tergantung yang pemakainya.
Tutur dari Pak Mantri tentang sedikit sejarah SMA Negeri 1 Juwana “ SMA Negeri 1 Juwana pertama kali berdiri di SMP N 1 Juwana. Kira-kira pertengahan tahun 1982 pindah ke sini (SMA Negeri 1 Juwana). Serah terima bangunan dilaksanakan pada bulan November. Dari SMP 1 ke SMA Negeri 1 Juwana 25 Desember 1982 menetap di sini awal bulan Januari tahun 1983 sampai sekarang.
Pendirinya adalah Kepala Sekolah K.M. Maksum, termasuk Bapak Suparno H.W. Sampai sekarang pergantian kepala sekolahnya sudah berganti 8 kali. Kondisi awal seperti lapangan, bangunan pertama hanya 4 lokal. Yang pertama ruang kepala sekolah, TU. Yang kedua Kelas 12 IPA 1 sampai 12 IPS 1, ruang guru (yang dulu Lab). Lalu 11 IPS 4 – 11 IPA 2, perpustakaan lama sampai kelas 11 IPS, koperasi (bangunan milik sekolah). Dulu ruang BP3 yang sekarang menjadi ruang komite.
Pada waktu di SMP 1 Juwana, istilahnya hanya pinjam tempat. Di sana sudah ada SMA 1 Juwana, tapi masuknya sore. SMA N 1 Juwana yang masuk sore hanya kelas 10. Lulusan pertama SMA Negeri 1 Juwana tahun ajaran 1985/1986.
Awal dibentuknya memang SMA Negeri 1 Juwana. Siswanya hanya beberapa kelas saja. Waktu pertama hanya 6 kelas saja. SMA Negeri 1 Juwana yang sekarang sudah berumur 29 tahun, telah menjadi salah satu sekolah favorit di kecamatan Juwana.”
Pendapat beliau tentang perkembangan semakin tahun memang meningkat, tetapi kenakalan-kenakalan anak-anak masa lalu dan masa sekarang jauh berbeda. Kalau kenakan jaman dahulu terbilang masih wajar. Tapi kalau sekarang sudah melampui batas. Kesopanan anak jaman sekarang juga berbeda. Dibanding dengan anak dulu masih sopan yang dulu. Beliau juga berpesan kalau bapak ibu guru sedang mengajar mohon di dengarkan, jangan seenaknya sendiri. Kalau habis jajan bungkus makanannya jangan dibuang sembarangan. Kalau lingkungan bersih, belajarpun jadi nyaman.

E4 PROFIL









Pak Sulkan adalah Guru yang berpengalaman. Beliau memulai karir sebagai guru pada tahun 1988 di MTs Margomulyo, Juwana. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah di MTs tersebut. Beliau mengajar sambil menyelesaikan kuliahnya, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan S1-nya yaitu dari tahun 1989 sampai 1995.
            Tahun 1997 sampai 1998 Pak Sulkan mengajar di SMA Negeri 1 Pati dan SMP 1 Margoyoso sebagai guru bahasa inggris. Tahun 1998 resmi sebagai CPNS mengajar di SMP Negeri 2 Gabus, kemudian di SMP Negeri 2 Tayu. Pada bulan Februari 2001, di tugas kan di SMA Negeri 1Juwana hingga sekarang. Inilah awal karirnya membenahi akhlak siswa di SMA N egeri 1 Juwana. Seluruh hidup beliau ditanggung oleh kementrian agama.
            Pak Sulkan pernah melakukan pertukaran guru , kegiatan tersebut di selenggarakan oleh kementrian Agama. Dari delapan guru yang mangajar SMA se–Indonesia, Pak Sulkan terpilih untuk mengikuti pertukaran guru se–Indonesia  dan beliau ditempatkan di SMA 8 Kendari, Sulawesi Tengah selama 2 bulan.
            Pak Sulkan juga berpesan kepada sobat ANTENA yaitu keseimbangan dan kehidupan antara dunia dengan akhirat sebaiknya benar–benar diusahakan oleh para siswa selain belajar dengan rajin, beribadah juga diutamakan agar keinginan yang menjadi cita – cita dapat terwujud, jaga diri dari hal–hal yang bisa membuat kerusakan diri pribadi maupun orang lain. Tinggalkan NARKOBA dan PACARAN yang cenderung berbuat maksiat. Berpacaranlah yang sehat, dalam arti tidak melanggar norma susila dan agama, sekedar untuk mengetahui lebih dalam sebagai orientasi di masa depan.

E4 HUT SMANJU


Seluruh civitas akademika Smanju berjalan dengan rapi keluar dari halaman sekolah untuk menyusuri rute yang telah ditentukan. Setelah keluar dari gerbang sekolah, selanjunya  menuju ke arah timur menuju desa Bakaran Wetan. Sampai di gapura Desa Bakaran Wetan, siswa berbelok ke kiri dan lurus melewati persawahan dan sebuah sekolah dasar.
Cuaca berawan  setelah semalam diguyur hujan, membuat udara pagi ini terasa dingin namun menyejukkan. Beberapa siswa yang sedang mengambil foto sebagai kenang-kenangan dan ada pula yang asik mengobrol dengan siswa lainnya. Setelah lama berjalan lurus, kemudian berbelok ke barat ketika melewati gapura bagian utara. Jalur yang dilewati lewati adalah jalan raya, jadi tak heran ketika melewatinya, banyak kendaraan ukuran besar lalu lalang.  Saat itu pula ada sebagian siswa yang mampir ke warung warga sekitar untuk membeli seteguk air yang akan menghilangkan haus. Setelah melewati sekolah dasar lagi dan punden desa, siswa pun berbelok ke kiri di sebuah jalan kecil yang memang saat itu sedang lengang. Disana pula dibagikan selembaran kupon undian untuk diundi nanti. Dan akhirnya setelah kurang lebih satu setengah jam, siswa pun sampai kembali di sekolah tercinta dan satu per satu memasukkan separuh kupon undian ke dalam kotak kardus yang sudah disiapkan. Kemudian kembali ke kelas masing-masing untuk melepas lelah.
Salah seorang siswa, Aditya Firnandy, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan untuk melepas stres setelah berkutat dengan pelajaran sehari-hari. Ia juga memberikan saran supaya kegiatan ini selalu rutin dilaksanakan karena dapat memberikan kesehatan bagi pelakunya. Semoga acara ini selalu ada dan kita semua dapat merasakan kegembiraannya.


YA….Bakiak ini diadakan sebagai wujud kekompakan seluruh warga sekolah dalam mewujudkan  SMA Negeri 1 Juwana makin kedepan.Test  kekompakan ini diadakan setelah berlangsungnya jalan santai.Walau agak panas  tapi  kita dapat  menjalankan  serangkaian  kegiatan  itu dengan baik dan penuh suka cita.Bakiak  ini  terdiri dari  2  Regu,masing-masing  regu  diisi  3  orang. Semua warga sekolah   turut  serta  dalam  games  kekompakan  ini.Dari mulai kelas  X, XI, dan XII turut  ambil dalam kegiatan ini.Tak lupa guru-guru pun juga ikut serta dalam games kali ini.
Tepat  pukul 10.30 WIB games ini di mulai.Games ini dibuka dengan pertandingan antar guru ,setelah para guru  dilanjutkan  dengan guru melawan murid dan murid dengan murid.Namun ditengah-tengah asyiknya  permainan,tiba-tiba bakiak putus dan semua pun tertawa.Berhubung bakiaknya putus dan akhirnya  acarapun di hentikan,.meskipun bakiaknya putus,semangat kita janganlah putus ok…! acara bakiak  pun berakhir dengan kegembiraan.


E4 tips kejujuran




TIPS Menumbuhkan kejujuran memanglah sesuatu yang sulit, terkadang apa yang dikaitkan seseorang dengan kebohongan yang disangka akan dilakukan seseorang. Padahal, sangkaan tersebut jauh dari kebenaran atau sesuatu yang terjadi.
Dibawah ini beberapa tips untuk menumbuhkan kpercayaan dari orang lain :
1.      Hal pertama yang harus dan wajib dilakukan yakni harus memulai mempercayai diri sendiri terlebih dahulu, karena itu merupakan kunci utama untuk berbuat jujur. Dengan demikian langkah-langkah berikutnya akan bisa tercapai.
2.      Mulailah membiasakan berkata apa adanya disegala perbuatanmu dan tindakanmu, tanpa memandang siapa yang kamu hadapi.
3.      Jangan pernah mengharapkan keuntungan dari orang lain atas perbuatan dan bantuan yang kita lakukan kepadanya, karena KEJUJURAN adalah KEIKLHASAN.
4.      Usahakan agar selalu tidak meneampakkan diri untuk dipercayai orang tetapi selalu berkata kebenaran.
5.      Jika tidak berhadapan langsung dengan orang yang memilikinya ,Jangan pernah menyentuh apapun yang menjadi milik orang lain, walaupun itu kepunyaan kerabat kita sendiri.
6.      Jangan pernah berfikir untuk mendapatkan manfaat besar dari perbuatan kamu, jika sudah tumbuh kepercayaan dari orang lain terhadap kita.
7.      Berikan solusi yang jitu bila dibutuhkan, karena itu dapat memperkuat rasa kepercayaaan mereka terhadap kamu dan akan menjadikanmu orang yang mampu bertindak dalam menghadapi kesulitan.
8.      Tanamkan sedikit larangan kepada diri kamu, jangan sampai larangan tersebut menyetuh benakmu, karena itu dapat membuat dirimu selalu mengambil jalan pintas dan akhirnya dapat membawamu kedalam kebohongan.

Demikianlah beberapa tips tentang kejujuran, semoga didalam kehidupan kita ini sobat Antena selalu berusaha berbuat jujur. Buang persepsi bahwa “jujur itu hancur” gantilah persepsi tersebutdengan “ jujur itu pasti mujur” entah kemukuran itu dating cepat alau lambat. walau sepahit apapun itu jujur adalah cirri seorang calon pemimpin bangsa.[Red]

E4 artikel islami


Kejujuran dalam Perspektif Islam
Oleh: Nailil Hakim, S.Pd.


Rasulullah SAW bersabda: “Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa”.



Keutamaan Jujur

Jujur bermakna keselarasan antara berita dan perbuatan dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita dan perbuatan sesuai dengan keadaan yang ada, maka dikatakan benar/ jujur. Tapi kalau tidak, maka dikatakan dusta. Kejujuran itu pada ucapan, juga ada pada perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Seorang tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia sembunyikan (di dalam batinnya).
            Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk selalu jujur, karena kejujuran merupakan mukadimah akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada akhlak tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW:
Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan.”


”Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum berpisah. Seandainya mereka jujur dan membuat penjelasan mengenai barang yang diperjualbelikan, mereka akan mendapatkan berkah dalam jual beli mereka. Sebaliknya, jika mereka menipu dan merahasiakan mengenai apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjualbelikan, maka akan terhapus keberkahannya”.

Dalam kehidupan sehari-hari dan ini merupakan bukti nyata, kita dapati seorang yang jujur dalam bermuamalah dengan orang lain, rizkinya lancar-lancar saja, orang lain berlomba-lomba datang untuk bermuamalah dengannya, karena merasa tenang bersamanya dan ikut mendapatkan kemuliaan dan nama yang baik. Dengan begitu sempurnalah baginya kebahagiaan dunia dan akherat. Begitu pula dalam Hadist dari Al Hasan bin Ali, Rasulullah SAW bersabda:

 دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.” (HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200, hasan shahih).
Tidaklah kita dapati seorang yang jujur, melainkan orang lain senang dengannya, memujinya. Baik teman maupun lawan merasa tentram dengannya. Berbeda dengan pendusta. Temannya sendiri pun tidak merasa aman, apalagi musuh atau lawannya. Alangkah indahnya ucapan seorang yang jujur, dan alangkah buruknya perkataan seorang pendusta.
Orang yang jujur diberi amanah baik berupa ilmu, harta, hak-hak dan juga rahasia-rahasia. Kalau kemudian melakukan kesalahan atau kekeliruan, kejujurannya -dengan izin Allah SWT- akan dapat menyelamatkannya. Sementara pendusta, sebiji sawipun tidak akan dipercaya. Jikapun terkadang diharapkan kejujurannya itupun tidak mendatangkan ketenangan dan kepercayaan. Dengan kejujuran maka sah-lah perjanjian dan tenanglah hati. Barang siapa jujur dalam berbicara, menjawab, memerintah (kepada yang ma’ruf), melarang (dari yang mungkar), membaca, berdzikir, memberi, mengambil, maka ia disisi Allah dan sekalian manusia dikatakan sebagai orang yang jujur, dicintai, dihormati dan dipercaya. Kesaksiaannya merupakan kebenaran, hukumnya adil, muamalahnya mendatangkan manfaat, majlisnya memberikan barakah karena jauh dari riya’ mencari nama. Tidak berharap dengan perbuatannya melainkan kepada Allah SWT, baik dalam shalatnya, zakatnya, puasanya, hajinya, mencari ilmu, diamnya, dan pembicaraannya semuanya hanya untuk Allah SWT  semata, tidak menghendaki dengan kebaikannya tipu daya ataupun khiyanat. tidak menuntut balasan ataupun rasa terima kasih kecuali kepada Allah SWT. firman Allah SWT yang berikut,
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. at-Taubah: 119).
Hendaknya kita menyampaikan kebenaran walaupun pahit dan tidak mempedulikan celaan para pencela dalam kejujuran. maka seseorang akan bergaul dengan rasa aman dan percaya pada kita. Seseorang yang jujur adalah orang yang dapat dipercaya (amanah) dalam lingkungan sekitarnya. Wallahu a’lam bish Showab.
--o0o--


E4 Artikel


Menuju Pemimpin Sejati
Oleh : Nining Sugiharti, S.Ag., S.Pd.

A.   Pendahuluan
              Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalu berinteraksi dengan sesama, serta dengan lingkungannya. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentu tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok harus saling menghormati dan menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
              Manusia adalah makhluk Allah yang paling tinggi derajatnya dibanding makhluk lainnya. Manusia dianugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungannya dengan baik. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan sosial manusia pun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.
              Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Di sinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

B.   Isi
1.  Hakikat Kepemimpinan
            Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut  memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya. Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa di antaranya :
Ø Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
Ø Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
Ø Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.
Ø Sedangkan menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
*        Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.
*        Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.
*        Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang–orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
            Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain.
            Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. (Field Manual 22 s.d 100).
            Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya.
           
2.  Teori Kepemimpinan
Ø Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat–sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat–sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
1.  Kecerdasan
2.  Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
3.  Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
4.  Sikap Hubungan Kemanusiaan
Ø Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan ke arah 2 hal, yaitu :
1.  Konsiderasi yaitu kecenderungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
2.  Struktur Inisiasi yaitu kecenderungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh : bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Ø Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kepemimpinan, sebab dengan kewibawaan seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
Ø Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin merupakan seorang pendiagnosis yang baik dan bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
Ø Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Dari berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat disimpulkan bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya.

3.    Gaya Kepemimpinan
            Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Gaya tersebut bisa berbeda–beda atas dasar motivasi, kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu.
Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya, di antaranya :
ü  Otokratis
ü Partisipasif
ü Demokrasi
ü Kendali Bebas
Blanchard, mengemukakan 4 gaya dari sebuah kepemimpinan. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhi oleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan sisi lain adalah cara mereka membantu bawahannya. Keempat gaya tersebut adalah :
~ Directing
~ Coaching
~ Supporting
~ Delegating
Di tengah–tengah dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanya perilaku staf/individu yang berbeda–beda), maka untuk mencapai efektivitas organisasi, penerapan keempat gaya kepemimpinan di atas perlu disesuaikan dengan tuntutan keadaan. Inilah yang dimaksud dengan situasional leadership. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengembangkan gaya kepemimpinan situasional ini, seseorang perlu memiliki tiga kemampuan khusus yakni :
Q  Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.
Q  Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap situasi.
Q  Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kita terapkan.
Ketiga kemampuan di atas sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, sebab seorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peran interpersonal, peran pengolah informasi (information processing), serta peran pengambilan keputusan (decision making) (Gordon, 1996 : 314 - 315).
Peran pertama meliputi :
ü Peran Figurehead ® Sebagai simbol dari organisasi
ü Leader® Berinteraksi dengan bawahan, memotivasi dan mengembangkannya
ü Laison ® Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi.
Sedangkan peran kedua terdiri dari 3 peran juga yakni :
ü Monitor ® Memimpin rapat dengan bawahan, mengawasi publikasi perusahaan, atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan.
ü Disseminator ® Menyampaikan informasi, nilai – nilai baru dan fakta kepada bawahan.
ü Spokeman ® Juru bicara atau memberikan informasi kepada orang–orang di luar organisasinya.
Peran ketiga terdiri dari 4 peran yaitu :
ü Enterpreneur ® Mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi.
ü Disturbance Handler ® Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menurun.
ü Resources Allocator ® Mengawasi alokasi sumber daya manusia, materi, uang dan waktu dengan melakukan penjadwalan, memprogram tugas – tugas bawahan, dan mengesahkan setiap keputusan.
ü Negotiator ® Melakukan perundingan dan tawar – menawar.



4.    Tangga Kepemimpinan
a.   Pemimpin yang dicintai
         Anda bisa mencintai orang lain tanpa harus memimpin mereka, tetapi Anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka. Pernyataan ini melukiskan tentang seorang pemimpin yang harus mampu berhubungan secara baik dengan orang lain. Seorang pemimpin tidak bisa hanya menunjukkan prestasi kerjanya saja, namun ia harus mencintai dan dicintai orang lain.
b.    Pemimpin yang dipercaya
                 Integritas adalah sebuah kejujuran. Integritas tidak pernah berbohong dan integritas adalah kesesuaian antara kata-kata dengan perbuatan yang menghasilkan kepercayaan. Seseorang yang memiliki integritas tinggi adalah orang yang dengan penuh keberanian serta berusaha tanpa kenal putus asa untuk mencapai yang ia cita-citakan. Integritas akan membuat Anda dipercaya, dan kepercayaan ini akan menghasilkan pengikut.
c.     Pemimpin sebagai pembimbing
                 Pemimpin yang berhasil bukanlah yang berhasil dari sisi luas tidaknya kekuasaannya, namun lebih karena kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan kepada orang lain. Seorang pemimpin bisa dikatakan gagal apabila tidak berhasil memiliki penerus. Pada tangga inilah akan tercipta loyalitas tinggi, kader-kader penerus, sekaligus kesetiaan dari para pengikutnya.
d.    Pemimpin yang berkepribadian
                 Harry S Truman mengatakan bahwa: ”Disiplin pribadi (diri sendiri) adalah suatu hal yang datang terlebih dulu”. Pemimpin tidak akan berhasil memimpin orang lain apabila ia belum berhasil memimpin dirinya sendiri. Pemimpin harus mampu dan berhasil menjelajahi dirinya sendiri; mengenal secara mendalam siapa diri sebenarnya.
e.     Pemimpin Abadi
                 Dasarnya dari sifat ajaran Nabi Muhammad SAW adalah intelektual dan spiritual. Prinsipnya adalah mengarahkan orang pada kebenaran, kebaikan, kemajuan, dan keberhasilan. Sehingga mampu memberikan kemerdekaan berpikir dan tidak menentang kehendak hati nurani yang bebas, serta tanpa adany unsur pemaksaan kehendak.
                 Jadi dapat dikatakan, Pemimpin Sejati adalah seseorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Dan yang terpenting adalah memimpin berlandaskan suara hati yang fitrah.

C.  Penutup
            Pemimpin bukan sekadar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out). Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.
            Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin. 

E4 Selamat Jalan dan Selamat Datang Nahkodaku













Acara yang pertama adalah pembukaan, acara dibuka oleh sentuhan jemari Pak Satrio berpadu dengan untaian suara khas Bapak Bambang dalam balutan lagu keroncong. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” oleh seluruh tamu yang hadir. Acara selanjutnya, sambutan pertama  oleh Pak Sunarto selaku ketua panitia yang berisi agar Pak Sumaryo dapat bahagia di SMA Negeri 1 Tayu dan Pak Kaslan dapat memajukan SMA Negeri 1 Juwana. Sambtan kedua  dari Pak Sumaryo (mantan Kepala SMA Negeri 1 Juwana), diantaranya berisi: beliau meminta maaf kepada seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Juwana, berterimakasih atas kerja samanya selama ini, berpesan “tanggung jawab kerja sama itu keutamaan”, menceritakan bagaimana suka dan dukanya selama menjadi Kepala SMA Negeri 1 Juwana, memetik hikmahnya mulai awal sampai dengan yang baru, membentuk gagasan 2 serangkai “Juwana Batangan”, dan mengucapkan “Selamat Datang” kepada Pak Kaslan. Sambutan ketiga dari Bapak Kaslan selaku Kepala SMA Negeri 1 Juwana yang baru. Sambutan beliau mengenai: berterimakasih telah menerima kehadirannya, berharap dapat memajukan SMA Negeri 1 Juwana, akan mewujudkan piagam-piagam SMA Negeri 1 Juwana. Sambutan terakhir dari Bapak Hariono selaku ketua komite.